Tak Kenal Maka Tak Sayang
Halo... Perkenalkan mam, nama saya Zalid Qomalita. Ini nama perempuan ya mam 😀 Banyak yang terkecoh dengan nama depan saya yang seperti nama laki-laki. Zalid, bukan mengambil referensi dari nama Zaid, tapi dulu orangtua saya mengambil nama ini dari potongan surat Al Ikhlas (lam yalid waalam yulad), yang hingga kini selalu menjadi surat favorit saya. Kalau masih kesulitan mengingat nama saya, boleh banget memanggil dengan panggilan Mama Nabila, walaupun Nabila sendiri manggilnya bunda. hehe...
Ini pertama kalinya saya menulis blog lagi setelah sekian lama tidak menulis. Semoga tulisan saya juga lebih dewasa sesuai usia saya yang semakin dewasa. Dewasa disini bukan berarti kontennya yang dewasa ya, mam. Tetapi lebih kepada tulisan dengan konten yang lebih bermanfaat, dapat dipertanggungjawabkan, serta menggunakan tutur kata yang nyaman dan bertatakrama (kalau EYD belum janji pasti benar. Masih perlu diperbaiki terus 😁).
Sekarang ini status saya adalah seorang istri dan calon ibu dua anak (yang paling kecil masih dalam kandungan). Saya lulusan S1 teknik informatika yang dulu separuh waktunya dihabiskan untuk ngobrol dengan komputer 😁. Hayo siapa yang anak teknik juga??
Ini pertama kalinya saya menulis blog lagi setelah sekian lama tidak menulis. Semoga tulisan saya juga lebih dewasa sesuai usia saya yang semakin dewasa. Dewasa disini bukan berarti kontennya yang dewasa ya, mam. Tetapi lebih kepada tulisan dengan konten yang lebih bermanfaat, dapat dipertanggungjawabkan, serta menggunakan tutur kata yang nyaman dan bertatakrama (kalau EYD belum janji pasti benar. Masih perlu diperbaiki terus 😁).
Sekarang ini status saya adalah seorang istri dan calon ibu dua anak (yang paling kecil masih dalam kandungan). Saya lulusan S1 teknik informatika yang dulu separuh waktunya dihabiskan untuk ngobrol dengan komputer 😁. Hayo siapa yang anak teknik juga??
Pernah bekerja selama 1 tahun lalu resign karena baby Nabila lahir dan saat itu suami sudah mempersiapkan persyaratan untuk studi ke Korea. Awalnya saya juga berencana untuk melanjutkan pendidikan S2 disana, hanya tinggal proses mengurus administrasi di Kyungsung University, namun kendala muncul. Siapa yang akan menjaga Nabila (saat itu usianya 1 tahun) kalau semua kuliah? Rencana awalnya mau gantian jaga, tapi jadwal disana tidak memungkinkan. Pada akhirnya, pasti memilih yang prioritas dong, ya.. yaitu anak. Begitulah awal kisah petualangan kami selama kurang lebih 3 tahun di negeri para Oppa dan baru setelah itu kami menetap di Bandung.
Comments
Post a Comment